google.com, pub-2032731931779399, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Tumbuhkan Budaya Literasi Melalui Pelatihan Jurnalisme Siswa di MA Al-Ma'aruf Candisari

Lukni Maulana pegiat Pondokbanjar menyampaikan materi teori kepenulisan di MA Al-Ma'aruf
MA AL-MA'ARUF Candisari Mranggen menggelar pelatihan jurnalisme siswa yang diikuti tiga belas siswa. Jurnalisme siswa diharapkan menjadi wadah pengembangan program jurnalistik bagi kalangan siswa yang bertujuan untuk meningkatkan budaya literasi, Jum’at (28/4/2017).

Mengandeng Majalah Hany yang diterbitkan Yayasan Badan Wakaf Nusantara dengan pembicara Lukni Maulana Pimpinan Redaksi Majalah Hany dan Pegiat Pondokbanjar dan Agus Munif dari Redaktur Majalah Hany sekaligus ketua Yayasan Badan Wakaf Nusantara.

MH Rahmat Guru MA Al-Ma’aruf Candisari mengatakan untuk menumbuhkan budaya literasi yang dilakukan pihak sekolah adalah memberikan pembekalan pelatihan jurnalistik bagi para siswa.

“Pelatihan jurnalistik sebagai bentuk memberikan fasilitas bagi pengembangan bakat dan minat siswa terhadap dunia kepenulisan. Sehingga dapat memberikan rangsangan siswa untuk memiliki kegemaran dalam membaca,” lanjutnya

Bagaimana menumbuhkan jiwa kepenulisan dan menulis yang baik? Menurut Lukni Maulana dari Pondokbanjar Semarang selaku pemateri  Jurnalistik menuturkan bahwasanya menulis merupkan bakat yang sudah melekat pada seseorang, karena itu syarat menulis hanya satu yakni tidak buta huruf.

“Teori menulis itu dipelajari untuk dilupakan, maka tuliskan satu kata dan biarkan Tuhan menggerakan tangamu,” pungkasnya

Majalah Sekolah
Peserta pelatihan jurnalisme siswa sangat antusias mengikuti  pelatihan tersebut, mereka bertanya dan mengutarakan beberapa kendala dalam teknik kepenulisan yang baik.
Pentingnya ilmu jurnalistik pada era jejaring sosial ini menuntut pihak sekolah terlibat untuk dapat melahirkan majalah sekolah.

Diharapkan ketiga belas siswa yang dididik pelatihan jurnalisme siswa ini nantinya akan diberikan materi keberlanjutkan sehingga akan melahirkan sebuah karya berupa majalah sekolah.

Agus Munif meminta para siswa untuk membentuk satu tim khusus yang menangani keredaksian majalah sekolah. Melalui pelatihan awal ini diharapkan siswa mengetahui teknik dan tips praktis dalam menulis dan menelurkan majalah sekolah. (Red)