![]() |
| Naskah Tuk oleh Teater Lingkar. Foto: Basa Basuki |
Basa Basuki mengatakan dengan mengusung lakon "Tuk" karya Bambang Widoyo SP, drama realis yg bercerita tentang masyarakat miskin kota (desa), garapan sutradara Maston Lingkar, menjadi hiburan para santri Pondok Pesantren Al Ishlah Dr. KH. Budi Hardjono.
"Pertunjukan apik mas Budi Bobo, mas Wiwik, mas Suprih, dan aktor~aktris senior Teater Lingkar yang tetap istiqomah di jalan teater. Salut untuk Maston Panglima Teater Lingkar," lanjutnya
Saat melihat pertunjukan dengan lighting sederhana dan garapan yang cukup apik membuat suasana tetap nyaman dan menarik. Namun menyisakan persoalan tersendiri meski Maston Lingkar diakhir acara mengucapakkan permohonan maaf oleh karena naskah Tuk bercerita tentang pinggiran kota sehingga sering kali muncul dialog yang negatif atau tidak sopan.
![]() |
| Foto: Daniel Hakiki |
"Cocok sekali jika di Pondok Pesantren misalnya mementaskan Naskah Sekolah Unggulan karya Prie GS, sebagaimana kita ketahui Teater Linggkar sering mementaskan naskah tersebut," lanjutnya
KH. Budi Harjono sangat mengapresiai tontonan teater oleh Teater Lingkar Semarang. Tak segan-segan Kiai yang akrab dipanggil Kiai Budi ini memperagakan tarian sufi. (Pondokbanjar)


