google.com, pub-2032731931779399, DIRECT, f08c47fec0942fa0

5 Cara Mengetahui dan Mendeteksi Berita Hoax

Foto: Kegiatan Pondokbanjar di Koran Barometer. Ngaji Budaya; Pembaca Puisi: Artvelo Sugiarto, Windu, Fransiska Ambar Kristiyani.
Pembicara: Supardi, Agus Munif, dan Lukman Wibowo
BERITA yang belum diketahui kebenarannya atau sekarang diistilahkan dengan berita “hoax” mudah menyebar di media sosial. Korban hoax tidak pandang bulu, bisa saja menimpa pejabat, orang berpendidikan tinggi maupun tingkat kecerdasannya. Melainkan tergantung pada kepercayaan mengenai suatu informasi atau berita tersebut.

Bagaimana mengetahui dan mendeteksi berita yang penuh dengan kebohongan tersebut?

Pertama, mengklarifikasi berita. Agama Islam mengajarkan kepada kita sebuah doktrin yang ketat dari informasi hoax. Sebagaimana Allah Swt berfirman: ”Wahai orang- orang yang beriman, jika ada seorang fasik datang kepada kalian dengan membawa suatu berita penting, maka tabayunlah (telitilah dulu), agar jangan sampai kalian menimpakan suatu bahaya pada suatu kaum atas dasar kebodohan, kemudian akhirnya kalian menjadi menyesal atas perlakuan kalian.” (QS. Al-Hujurat : 6).

Menurut Quraish Shihab ayat di atas merupakan salah satu ketetapan agama dalam berkehidupan sosial. Hubungan dan interasi sosial harus didasarkan pada hal-hal yang diketahui dan jelas. Segala informasi harus kita saring, jangan sampai salah langkah memberikan atau membagikan informasi.

Kedua, memiliki kemampuan memeriksa informasi dan kemampuan mengetahui rekayasa konflik. Dukungan kemampuan membaca dan mengevaluasi serta kemampuan kritis kita dalam menangkal informasi hoax. Sehingga kita membangun karakter kedirian kita berupa mengasah kemampuan intelektual dan integritas.

Ketiga, Information verificator. Yakni salah satu cara terbaik mengetahui sumber informasi berita hoax tersebut. Salah satunya yakni dengan menanyakan sumber berita tersebut, bisa ke pihak redaksi maupun mencari sumber resmi yang berkompeten.

Keempat, membandingkan informasi. Yang dimaksud di sini adalah melatih kita untuk mencari berbagai macam informasi di dunia maya atau internet dengan cara membandingkan. Supaya kita memiliki kemampuan untuk menyaring dan menganalisa.

Kelima, sumber berita. Informasi berita di media online yang menyebar di jejaring sosial tentu ada sumber berita, sumber berita bisa jadi di akhir tulisan maupun pemberi berita ataupun media pemberi berita tersebut. Sehingga kita dapat membedakan berita dengan opini yang sifatnya pribadi. (Pondokbanjar)