google.com, pub-2032731931779399, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Perlu Anda Ketahui! Isi dari Kitab Maulid al- Barzanji Natsr

ISI kitab Maulid al-Barzanji Natsr memiliki ketebalan berjumlah tujuh lima halaman dan bentuknya merupakan sebuah karya tulis seni sastra yang memuat kehidupan Nabi Muhammad Saw. Karya sastra ini dibaca dalam berbagai upacara keagamaan di dunia  Islam, termasuk di Indonesia, sebagai bagian yang menonjol dalam kehidupan beragama tradisional. Dengan membacanya dapat ditingkatkan iman dan kecintaan kepada Nabi Muhammad Saw dan diperoleh banyak manfaat.  Kitab ini memuat riwayat kehidupan Nabi Muhammad Saw: silsilah keturunannya serta kehidupannya semasa kanak-kanak, remaja, dan pemuda. hingga ia diangkat menjadi rasul. Al-Barzanji  juga mengisahkan sifat Nabi Muhammad Saw serta perjuangannya dalam menyiarkan Islam dan menggambarkan kepribadiannya yang agung untuk diteladani oleh umat manusia.

Kitab  'Iqd al-Jawahir (Kalung Permata) yang lebih terkenal dengan sebutan a!-Barzanji ditulis oleh Syekh Ja'far al-Barzanji  bin Husin bin Abdul Karim yang lahir (1690) dan meninggal (1766) di Madinah. Nama al Barzanji  dibangsakan kepada nama penulisnya. yang juga diambil dari tempat asal  keturunannya yakni daerah Barzinj (Kurdistan). Nama tersebut menjadi populer di dunia Islam pada tahun 1920-an ketika Syekh Mahmud al-Barzanji memimpin pemberontakan nasional Kurdi terhadap Inggris yang pada waktu itu menguasai Irak. Kitab al-Barzanji  ditulis untuk meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad Saw dan agar umat Islam meneladani
kepribadiannya, sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur'an surah al-Ahzab (33) ayat 21: "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

Di dalam al-Barzanji  dilukiskan riwayat hidup Nabi Muhammad Saw dengan bahasa yang indah dalam bentuk puisi serta prosa (nasr) dan kasidah yang sangat menarik perhatian pembaca/pendengarnya, apalagi yang memahami arti dan maksudnya. Secara garis besar paparan al-Barzanji  dapat diringkas sebagai berikut. 

1). Silsilah Nabi Muhammad Saw adalah: Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muttalib bin Hasyim bin Abdul Manaf bin Qusay bin Kilab bin Murrah bin Ka'b bin Fihr bin Malik bin Nadar bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudar bin Nizar bin Ma'ad bin Adnan. 

2). Pada masa kanak-kanaknya banyak kelihatan hal luar biasa pada diri Muhammad Saw. misalnya malaikat membelah dadanya dan mengeluarkan segala kotoran dari dalamnya. 

3). Pada masa remajanya, ketika berumur 12 tahun, ia dibawa pamannya berniaga ke Syam (Suriah). Dalam  perjalanan pulang. seorang pendeta melihat tanda-tanda kenabian pada dirinya.

4). Pada waktu berumur 25 tahun ia melangsungkan pernikahannya dengan Khadijah binti Khuwailid.

5). Pada saat berumur 40 tahun ia diangkat menjadi rasul. Sejak saat itu ia menyiarkan agama Islam sampai ia berumur 62 tahun dalam dua periode, yakni Mekah dan Madinah. dan meninggal dunia di Madinah sewaktu berumur 62 tahun setelah dakwahnya dianggap sempurna oleh Allah Swt.

Kitab al-Barzanji  dalam bahasa aslinya (Arab) dibaca di mana-mana pada berbagai kesempatan. antara lain pada peringatan maulid Nabi Muhammad Saw (hari lahir). upacara pemberian nama bagi seorang anak/bayi, acara khitanan (Khitan). upacara pernikahan. upacara memasuki rumah baru. berbagai upacara syukuran. dan ritus peralihan lainnya. sebagai sebuah acara ritual yang dianggap dapat meningkatkan iman dan membawa banyak manfaat.

Dalam acara-acara tersebut al-Barzanji  dilagukan dengan bermacam-macam lagu yaitu: 
1). lagu Rekby, dibacakan dengan perlahan-lahan; 
2). lagu Hejas. dibacakan dengan menaikkan tekanan suara dari lagu Rekby; 
3). lagu Ras, dibacakan dengan tekanan suara yang lebih tinggi dari lagu Hejas, dengan irama yang beraneka ragam; 
4). lagu Husain, dibacakan dengan tekanan suara yang tenang; 
5). lagu Nakwan, dibacakan dengan suara tinggi dengan irama yang sama dengan lagu Ras; dan 
6). lagu Masyry, dilagukan dengan suara yang lembut serta dibarengi dengan perasaan yang dalam.
 
Ada yang membacanya secara berkelompok sampai tujuh kelompok yang bersahut-sahutan, dan ada, pula yang tidak dalam kelompok, tetapi membacanya secara bergiliran satu per satu dari awal sampai akhir. Kitab al-Barzanji  telah dikomentari oleh ulama Indonesia dalam bahasa Jawa, Indonesia, dan Arab. Mereka antara lain adalah: 
                                                
1). Nawani al-Bantani (1813 -1897), Madarij as-Su'ud ila Iktisa' al-Burud (Jalan Naik untuk Dapat Memakai Kain yang Bagus), komentar dalam bahasa Arab dan telah diterbitkan beberapa kali;
2). Abu Ahmad Abdulhamid al-Kandali/Kendal,  Sabil al-Munji (Jalan bagi Penyelamat), terjemahan dan komentar dalam bahasa Jawa, diterbitkan oleh Menara Kudus; 
3). Ahmad Subki Masyhadi,  Nur al-Lail ad-Daji wa Miftah Bab al-Yasar (Cahaya di malam gelap dan kunci pintu kemudahan), terjemahan dan komentar dalam bahasa Jawa, diterbitkan oleh Hasan al-Attas, Pekalongan; 
4). Asrari Ahmad,  Munyat al-Martaji al Tarjamah Maulid al-Barzanji  (Harapan bagi Pengharap dalam Riwayat Hidup Nabi Tulisan al-Barzanji ), terjemahan dan komentar dalam bahasa Jawa, diterbitkan oleh Menara Kudus; 
5). Mundzir Nadzii, al-Qaula al-Munji 'ala Ma'ani al-Barzanji  (Ucapan yang Menyelamatkan dalam Makna-Makna al-Barzanji ), terjemahan dan komentar bahasa Jawa. diterbitkan  oleh Sa'ad bin Nashir bin Nabhan. Surabaya; dan

(6) M. Mizan Asrani Muhammad,  Badr ad-Daji fi Tarjamah Maulid al-Barzanji  (Purnama Gelap Gulita dalam Sejarah Nabi yang Ditulis al-Barzanji ), terjemahan Indonesia diterbitkan oleh Karya Utama, Surabaya. (Pondokbanjar)