| Kegiatan Talk Show yang diisi oleh Ustadz Humaidi (Dok Foto. Pondokbanjar) |
ADA beberapa
faktor yang menyebabkan anak malas berangkat sekolah dan terkadang anak
berkeinginan untuk pindah dari tempatnya sekolah yakni faktor internal dan
faktor eksternal. Faktor internal datangnya dari diri dan keluarga seperti anak
kecanduan gadget, pihak orang tua belum mampu memahami keiginan dan kebutuhan
anak, permasalahan keluarga, dan psikologis anak seperti pemalu, pribadi yang
tertutup, dan sulit bergaul dengan teman-temannya.
Sedangkan
faktor eksternal yakni yang datang dari luar diri anak dan keluarga yakni
relasi antara sekolah, anak, dan orang tua. Faktor eksternal tersebut yakni guru
yang tidak memiliki kecakapan mendidik, beban mata pelajaran yang terlalu
banyak, sistem belajar yang tidak menarik, teman-temannya yang sering menggangu
seperti anak mengalami gangguan fisik, dan bisa jadi karena hubungan yang
kurang baik antara anak dengan pihak sekolah.
Maka jika
kedua faktor tersebut terjadi yang berakibat pada malasnya anak dan terkadang
anak berkeinginan untuk pindah sekolah perlu ada komunikasi dan interaksi
antara faktor internal dan eksternal tersebut. Faktor internal,
hendaknya mengevaluasi diri dan bermuhasabah tentang pentingnya pendidikan
keluarga. Berusaha memahami psikologis anak antara kebutuhan dan keinginannya
sehingga anak memiliki daya tumbuh dan kembang yang baik. Terjalin komunikasi
yang baik antara orang tua dengan anak, sehingga sebagai orang tua mengetahuai
apa yang hendak disampaikan anak.
Faktor
eksternal, perlu adanya komunikasi antara orang tua dengan pihak sekolah.
Komunikasi tersebut berwujud konsultasi yang berkelanjutan. Jika puncaknya
pihak sekolah tidak mampu menyelesaikan masalah keluhan yang disampaikan, maka
sebagai orang tua bisa mengambil keputusan tanpa ragu untuk mengeluarkan atau
memindahkan anak ke sekolah yang ramah anak. Namun hal ini memang menjadi
perhatian kita bersama bahwa sistem pendidikan kita selama ini memang masih
terkesan membebani. Seperti contohnya beban pelajaran anak yang terlalu banyak,
padahal jika kita menilik pendidikan di luar negeri , disana hanya sedikit
diberikan materi pelajaran dan lebih menekankan pada kemampuan anak atau basic
skillnya.
Berikut ini
adalah tips yang semoga bermanfaat jika anak-anak mengalami kemalasan untuk
berangkat sekolah. Dengan tips berikut ini semoga anak memiliki semangat dan
kepercayaan diri untuk berangkat sekolah, bahwa sekolah menjadi bagian tempat
yang menyenangkan. Pertama, memberikan reward atau hadiah. Reward
berfungsi untuk memberikan motivasi agar anak bersemangat. Yang perlu digaris
bawahi bahwa reward tidak hanya berbentuk materi atau barang, reward bisa
berupa memberikan pujian dan kasih sayang.
Kedua,
basic skill anak yakni mengetahui kemampuan dasar anak dengan mengikutkan
kegiatan yang digemari atau disukai
anak. Dengan mengikutkan kegiatan yang disukai anak merupakan salah satu cara
menarik agar anak dapat senang dengan apa yang dialaminya. Hal ini merupakan
kealamiahan bahwa anak mensukai hal-hal yang menjadi keinginannya.
Ketiga,
sekolah ramah anak dan mengajar yang menyenangkan. Yang dimaksud disini adalah
bawasanya sebagai orang tua merasa nyaman dan aman jika mensekolah anak di
tempat tersebut. Kenyamanan tersebut bisa berupa suasana belajar yang menyenangkan,
bukan suasana belajar yang memberikan beban. Begitupun memahami bahwa sekolah
tersebut memiliki administrasi dan evaluasi yang baik. (Konsultasi Pondokbanjar)
